Scroll untuk baca artikel

APBD Tanpa Perubahan, Ende Berisiko Mandek

×

APBD Tanpa Perubahan, Ende Berisiko Mandek

Sebarkan artikel ini
Reporter: Tommy M. Nulangi |  Editor: Redaksi
IMG 20250701 155857
Patricius Marianus Botha, Dosen STPMSanta Ursula.

Oleh: Patricius Marianus Botha, S.Fil.,M.Si
Dosen STPM Santa Ursula

OPINI, RAKYATFLORES.COM-Kabar bahwa Kabupaten Ende tidak menggelar sidang perubahan APBD 2025 menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat dan pengamat. Bagi sebagian orang, hal ini mungkin terlihat sekadar soal teknis pemerintahan. Namun bagi yang memahami denyut pembangunan, ketiadaan sidang perubahan APBD bukan sekadar kelalaian administratif, melainkan ancaman serius bagi kelanjutan pelayanan publik dan jalannya pembangunan di daerah.

Advertising
ads
Advertising

APBD sejatinya adalah cermin dari komitmen pemerintah untuk menata kehidupan masyarakat. Ia bukan hanya deretan angka di atas kertas, melainkan janji yang diikat antara pemerintah dan rakyat. Dalam praktiknya, APBD kerap membutuhkan penyesuaian di tengah jalan. Pendapatan yang tidak tercapai, kebutuhan mendesak yang tiba-tiba muncul, hingga kebijakan nasional yang berubah, semuanya menuntut adanya ruang revisi. Itulah fungsi sidang perubahan APBD: memastikan anggaran tetap relevan, tidak kaku, dan mampu menjawab tantangan nyata di lapangan.

Baca Juga :   Kampanye di Numba-Ende, Melki Laka Lena Disebut Sebagai Sosok Pahlawan Kesehatan NTT