Scroll untuk baca artikel
ads

Jokowi di Ruang Pengadilan; Keteladanan Seorang Negarawan

×

Jokowi di Ruang Pengadilan; Keteladanan Seorang Negarawan

Sebarkan artikel ini
Reporter: Tommy Mbenu Nulangi |  Editor: Redaksi
IMG 20261106 WA0003 1
Dr. Bernadus Barat Daya (Dosen Fakultas Hukum Universitas Flores, Ende).

Namun, jangan sampai perbedaan politik membuat kita kehilangan kemampuan untuk menghargai sikap baik seseorang.

Menghormati Jokowi ketika ia menunjukkan sikap terpuji bukan berarti kita harus menyetujui seluruh kebijakannya. Mengapresiasi keteguhan hatinya bukan berarti kita kehilangan daya kritis.

Advertising
ads
Advertising

Inilah kedewasaan dalam berdemokrasi: mampu memisahkan penilaian terhadap kebijakan dari penghargaan terhadap karakter pribadi.

Pada akhirnya, sejarah tidak hanya mencatat berapa lama seseorang menjadi presiden, berapa banyak pembangunan yang dilakukan, atau berapa besar kekuasaan yang pernah dimilikinya. Sejarah juga akan mencatat bagaimana ia menghadapi ujian ketika kekuasaan itu sudah tidak lagi berada di tangannya.

Jokowi pernah berada di puncak kekuasaan. Kini, ketika dirinya berhadapan dengan polemik dan proses hukum, ia menunjukkan kesediaan untuk hadir dan memberikan keterangan.

Baca Juga :   Toleransi Beragama; Kunci Kerukunan dan Harmoni di Indonesia

Bagi saya, ada satu pesan sederhana yang dapat kita petik dari peristiwa ini: menjadi negarawan bukan hanya tentang bagaimana seseorang memimpin ketika berkuasa, tetapi juga tentang bagaimana ia menjaga kehormatan, menghormati hukum, dan mengendalikan diri ketika tidak lagi berkuasa.

Tag:

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.