Scroll untuk baca artikel
ads

Matinya Marhaenisme di Kota Pancasila?

×

Matinya Marhaenisme di Kota Pancasila?

Sebarkan artikel ini
Reporter: Tommy Mbenu Nulangi |  Editor: Redaksi
IMG 20260505 WA0000
Sambil menangis, korban penggusuran di Jalan Irian Jaya, Else de Hoog keluar dari rumahnya dengan memeluk erat patung Bunda Maria.

Jika tanah tersebut adalah milik misi SVD, maka pihak SVD tinggal membuktikan sertifikat kepemilikan. Jika tanah tersebut milik Pemda Kab Ende, maka pemerintah tinggal membuktikan. Jika tanah tersebut milik bapaknya Badeoda, maka Badeoda tinggal membuktikan bahwa tanah itu milik bapaknya sebagaimana yang dinyatakan oleh Pak RT di atas.

Yang rumit adalah jika tanah tersebut ternyata milik SVD yang dihibahkan kepada keluarga de Hoog melalui mama Adriana Sadipun (putri Rofinus Sadipun), maka betapa hancurnya korban penggusuran paksa itu. Secara mental sudah hancur lebur, rumah pun sudah rata dengan tanah! Andaikata, tanah tersebut milik bapaknya Badeoda (spt klaim pak RT), lalu apakah dapat dibenarkan dia menggunakan negara (pemda) dan alat negara (polisi-pol pp) menggusur bangunan milik keluarga de Hoog? Entahlah!

Advertising
ads
Advertising

Drama penggusuran hari ini menegaskan satu hal: marhaenisme tidak memihak orang kecil tertindas di Ende, di tempat Bung Karno menggali Pancasila! Marhaenisme tidak membatin di dalam sanubari Badeoda, anggota Partai bermoncong putih. Marhaenisme tidak menubuh dalam jejak-jejak kebijakan yang memihak masyarakat tertindas seperti keluarga de Hoog yang tergusur, entah atas nama apa dan siapa.

Baca Juga :   Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan, Anggota DPR RI Cheroline Makalew Ajak Milenial di Manokwari Amalkan Pancasila
Tag:

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.