Seperti yang diungkapkan oleh Hartini (2022), keberhasilan penerapan asesmen ini bergantung pada kemampuan guru dalam menyelaraskan antara nilai-nilai budaya lokal dengan kurikulum yang berlaku. Secara keseluruhan, asesmen diagnostik kognitif berbasis kearifan lokal masyarakat NTT memiliki potensi besar dalam mendukung pembelajaran berdiferensiasi di sekolah dasar. Dengan mengintegrasikan konteks budaya yang relevan, asesmen ini tidak hanya membantu mengidentifikasi kebutuhan belajar siswa dengan lebih tepat, tetapi juga memperkaya pengalaman belajar mereka dengan nilai-nilai lokal yang penting. Dalam jangka panjang, hal ini diharapkan dapat menciptakan generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki identitas budaya yang kuat.
Peran Asesmen Diagnostik Kognitif Berbasis Kearifan Lokal Masyarakat NTT dalam Pembelajaran Diferensiasi di SD










