Scroll untuk baca artikel
ads

Rinduku Padamu, Batu Tungku

×

Rinduku Padamu, Batu Tungku

Sebarkan artikel ini
Reporter: Tommy M. Nulangi |  Editor: Redaksi
Biru Kuning Modern Perjalanan Facebook Cover 20251107 093811 0000
Patricius Marianus Botha, S.Fil.,M.Si, Dosen STPM Santa Ursula.

Dan kepada masyarakat, aku juga ingin berbisik: jangan biarkan batu itu padam karena diam. Kita bukan penonton pembangunan; kita pemilik rumah ini. Jika periuk kehidupan mulai goyah, maka kita semua harus turun tangan menyusun kembali batu-batu yang retak itu agar api bisa menyala lagi.

Rinduku padamu, Batu Tungku, karena engkau pernah mengajarkan kami arti yang paling dalam dari pembangunan: bahwa kemajuan sejati bukan berasal dari proyek besar, melainkan dari hati yang saling percaya. Bahwa api yang kecil di dapur rakyat jauh lebih berharga daripada lampu besar di gedung pemerintah jika ia menyalakan kehangatan bersama.

Advertising
ads
Advertising

Semoga suatu hari nanti, ketika generasi muda Ende duduk di antara rumah dan sekolah, mereka tidak lagi bertanya “apa itu tiga batu tungku?”, melainkan berkata dengan bangga: “itulah cara kami hidup, bekerja, dan saling menopang.”

Baca Juga :   Harapan yang Tidak Mengecewakan

Karena jika periuk kehidupan sosial ini ingin terus mendidih, maka tiga batu itu harus kembali berdiri tegak bukan sebagai nostalgia, tapi sebagai arah baru bagi Ende yang sedang tumbuh.