Karena itu, orang yang hanya melihat penyambutan Jokowi melalui kacamata persaingan partai mungkin tidak sepenuhnya memahami dimensi sosial dan budaya masyarakat NTT. Kunjungan tersebut memang memiliki unsur politik, tetapi respons masyarakat tidak seluruhnya dapat disederhanakan sebagai hasil mobilisasi politik.
Di dalamnya terdapat rasa bangga, rasa rindu, rasa terima kasih, keingintahuan, penghormatan terhadap mantan kepala negara, serta harapan agar NTT tetap mendapat perhatian nasional.
Ingatan Terhadap Pembangunan
Sebagian masyarakat juga menghubungkan Jokowi dengan pembangunan yang berlangsung selama masa pemerintahannya.
Pembangunan bendungan, jalan, pelabuhan, bandara, kawasan perbatasan, rumah, sarana air, serta penataan Labuan Bajo menjadi bagian dari ingatan masyarakat terhadap kepemimpinannya. Beberapa proyek besar yang dapat diidentifikasi, antara lain Bendungan Temef, Napun Gete, Raknamo, Rotiklot, serta pembangunan dan perbaikan 27 ruas Inpres Jalan Daerah sepanjang sekitar 217 kilometer. Nilai sejumlah proyek tersebut saja diperkirakan mencapai sedikitnya sekitar Rp5,6 triliun.
