“Semangat Sumpah Pemuda harus kita wujudkan dalam kehidupan sehari-hari, terutama dengan menjaga persatuan, menghargai perbedaan, dan terus mengembangkan kemampuan diri,” ujarnya.
Megi berharap para siswa mampu meraih prestasi yang membanggakan, tidak hanya bagi sekolah, tetapi juga bagi Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur, dan Indonesia.
Ia juga berinteraksi langsung dengan para siswa melalui kuis mengenai teks Sumpah Pemuda. Kegiatan tersebut menjadi salah satu cara untuk mengingatkan generasi muda terhadap ikrar persatuan yang menjadi tonggak penting dalam sejarah perjuangan bangsa.
“Bulan Bahasa jangan hanya menjadi kegiatan seremonial. Saya berharap kegiatan ini mendorong siswa untuk terus belajar, meningkatkan kemampuan literasi, dan menjaga Bahasa Indonesia sebagai bagian dari identitas bangsa,” katanya.
Dukungan serupa disampaikan perwakilan alumni SMA Negeri 1 Ende, Yosef Wongso. Ia menilai alumni memiliki tanggung jawab moral untuk memperhatikan perkembangan almamater dan mendukung kebutuhan sekolah sesuai kemampuan masing-masing.













