Sementara itu, Ketua Yayasan Santo Wilhelmus Flores, W.A. William Yani Wea, menyampaikan pesan penuh ketegasan namun sarat humanisme. “Hari ini bukan sekadar tentang toga dan ijazah, tetapi tentang keberanian melangkah ke dunia nyata. Jangan cepat puas. Jangan berhenti belajar. Rendahkan hati kalian, karena ilmu tanpa kerendahan hati hanya akan melahirkan kesombongan. Gunakanlah pengetahuan dan keterampilan yang kalian miliki untuk menjadi cahaya, menerangi keluarga, masyarakat, dan bangsa,” tegasnya disambut tepuk tangan hadirin.
Dalam kesempatan yang sama, William Yani Wea juga menekankan bahwa lulusan Politeknik St. Wilhelmus harus menjadi motor perubahan di tengah masyarakat. “Kita tidak butuh generasi yang hanya mencari kenyamanan. Kita butuh generasi yang siap bekerja keras, melayani dengan cinta, dan berani membawa perubahan. Itulah alasan Politeknik ini hadir: mencetak insan berintegritas yang menjadi berkat bagi sesama,” pungkasnya.
Sedangkan Wakil Bupati Nagekeo dalam sambutan meminta agar wisudawan ikut membangun Nagekeo dan memperhatikan perkembangan teknologi perhatian.













