“Sejak awal, ibu saya selalu mendoakan agar saya bisa berada di panggung Putri Pariwisata Indonesia. Saya percaya Tuhan menjawab doa tersebut,” jelasnya.
Carmenita juga menuturkan, latar belakangnya di bidang ilmu komputer, khususnya machine learning dan kecerdasan buatan (AI), tidak menghalangi minatnya di dunia pariwisata. Ia justru merasa terpanggil untuk memperkenalkan budaya dan potensi Ende ke tingkat nasional.
“Saya ingin memperkenalkan Ende, baik dari sisi sejarah maupun budaya. Banyak orang di luar sana belum mengenal Ende, bahkan ada yang mengira bagian dari Papua,” ujarnya.
Menurutnya, kunci tampil di panggung nasional bukan sekadar hafalan, melainkan pengalaman autentik. Hal itu terbukti saat ia dinobatkan sebagai pembicara terbaik meski tidak mengandalkan hafalan materi.
“Semua yang saya sampaikan berasal dari pengalaman nyata saya di Ende. Orang ingin mendengar kisah nyata, bukan sekadar teori,” tegasnya.
Ia juga menyampaikan rasa syukur karena pendidikan di SMA Katolik Frateran Ndao telah membentuk karakter dan membantunya mencapai prestasi di tingkat nasional.













