LARANTUKA, RAKYATFLORES.COM-Anggota DPD RI asal Nusa Tenggara Timur, Angelius Wake Kako (AWK), menyoroti kebijakan PT PLN (Persero) yang menerapkan tarif listrik non subsidi bagi para pengungsi Gunung Lewotobi yang tinggal di hunian sementara (Huntara).
Hal ini disampaikan AWK usai kegiatan “Lewotobi Run for Humanity” yang digelarnya di sekitar lokasi pengungsian, Senin (13/10/2025). Kegiatan itu sekaligus menjadi aksi penggalangan dana untuk membantu pembayaran tagihan listrik para pengungsi.
Dengan nada geram, AWK menuding pihak PLN telah “berdagang” dengan para pengungsi dan mengambil keuntungan dari situasi sulit yang mereka alami.
“Ini temuan yang perlu jadi perhatian bersama. Bapak Presiden, Kepala BNPB, Direktur PLN, ternyata PLN berdagang dengan para pengungsi. Mereka dikenakan tarif non subsidi. Orang sudah tidak punya apa-apa, tapi masih harus bayar Rp. 250 ribu setiap empat sampai lima hari,” ujarnya tegas.
AWK meminta manajemen PLN segera menindaklanjuti temuan ini dan mengalihkan ke tarif subsidi, agar penyintas bencana Lewotobi bisa memperoleh bantuan dan kemudahan dari pemerintah.













