Tak berhenti situ, kejanggalan juga ditemukan di Dusun Mbazang II, Desa Benteng Tawa IV sebanyak 12 kk telah terpasang sambungan rumah namun air tak kunjung keluar. Begitu juga di Desa Benteng Tawa I 84 kk disana belum menikmati air bersih.
Ia berharap, agar sebeleum dilaksanakan Musyawarah Desa Serah Terima (MDST) antara pihak dinas dan rekanan mesti bertanggungjawab agar memastikan sirkulasi air selama dua minggu lancar baru dilaksanakan MDST.
“Sebagai wakil rakyat dari desa Benteng Tawa I, saya harapkan kepada Dinas PUPR agar sebelum MDST, harus dipastikan sirkulasi air lancar baru dilaksanakan MDST. Kalau masih ada yang bocor, pipa belum kubur dan soket banyak terlepas saya tegaskan untuk tidak boleh dilaksanakan MDST,” tegas Bosko Ponong yang terkenal garang memperjuangkan aspirasi rakyat.
Ditempat yang sama, seorang masyarakat di Dusun Mbazang II Yohanes Lezo menyampaikan bahwa, sejak ada perluasan jaringan air bersih dan pemasangan sambungan rumah, sampai saat ini air tidak pernah keluar.
“Disamping rumah saya ada satu SR, tetapi air tidak pernah keluar yang ada hanya angin yang keluar,” ujar Yohanes Lezo dengan nada kesal.
Semantara itu, Ketua Komisi II DPRD Ngada Wihelmus Peterus Bathe menyampaikan bahwa, sekembalinya dari desa Benteng Tawa I dirinya akan mengeluarkan surat guna melaksanakan rapat kerja dengan dinas terkait.













