Tidak hanya itu, pada tahun sebelumnya warga juga telah membuat laporan kepada Dinas Pekerjaan Umum (PU), dengan tembusan kepada pihak kelurahan, kecamatan, hingga Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Namun, pihak terkait hanya datang meninjau lokasi tanpa diikuti realisasi penanganan.
Ia menduga kondisi tersebut dipengaruhi oleh buruknya sistem drainase serta pembuangan limbah rumah tangga yang sembarangan.
Aliran air dari kawasan Perumahan Pupui dan lingkungan sekitarnya disebut terkumpul di belakang Gereja Bhoanawa sehingga menimbulkan tekanan debit air yang cukup kuat ketika hujan turun.
Atas kondisi tersebut, warga meminta pemerintah daerah segera melakukan penertiban terhadap tempat pembuangan limbah rumah tangga sekaligus membangun saluran drainase yang memadai untuk mengendalikan aliran air.
Masyarakat berharap pemerintah tidak hanya melakukan peninjauan lokasi, tetapi juga menghadirkan langkah konkret melalui pembangunan infrastruktur drainase agar persoalan banjir tidak terus berulang dan mengancam keselamatan serta kenyamanan warga.













