Scroll untuk baca artikel
ads

Perwakilan Masyarakat Desa Woloede-Nagekeo Beri Klarifikasi Terkait Gubahan Naskah Proklamasi

×

Perwakilan Masyarakat Desa Woloede-Nagekeo Beri Klarifikasi Terkait Gubahan Naskah Proklamasi

Sebarkan artikel ini
Reporter: Tommy M. Nulangi |  Editor: Redaksi
1000900284

RAKYATFLORES.COM | MBAY-Perwakilan masyarakat Desa Woloede, Kecamatan Mauponggo, Kabupaten Nagekeo, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yakni Yosef Mola Ule, Adrianus Dona, dan Markus Meo memberikan klarifikasi terkait dengan viralnya berita gubahan naskah proklamasi yang telah disampaikan pada saat memberikan sambutan pada acara syukuran memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) RI Ke-79, tanggal 17 Agustus 2024, di Kampung Ulunua, Desa Woloede.

Tujuan dari klarifikasi tersebut untuk meluruskan kembali apa yang menjadi pesan dari perwakilan tokoh masyarakat Desa Woloede lewat gubahan naskah proklamasi yang telah dibacakannya bahwa pada saat sambutan syukuran HUT RI ke-79 yang diviralkan oleh oknum tidak bertanggungjawab dengan hanya memenggal video sambutan tersebut  dari keseluruhan teks sambutan yang sebenarnya, yang telah menimbulkan keresahan dan kesalapahaman.

Advertising
ads
Advertising

Selain itu, tujuannya untuk mencegah agar tidak menimbulkan polemik di masayarakat terkait dengan viralnya berita tersebut dan juga agar pernyataan melalui penggalan teks tidak dipolitisir atau dipelintir oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

Baca Juga :   Menuju Kharisma Even Nusantara, Besok Pemda Nagekeo Gelar Festival One Be untuk Kedua Kalinya

Kapolsek Mauponggo, Iptu Yakobus K. Sanam melalui rilis yang diterima oleh rakyatflores.com mengaku, klarifikasi tersebut dilakukan sebagai upaya dari polri Polsek Mauponggo menjabarkan perintah Kapolres Nagekeo AKBP Andrey Valwntino, S.IK dengan cara memerintahkan anggota Polsek Mauponggo untuk menyambangi kediaman Yosep Mola bersama dua rekannya untuk memberikan pemahaman sesuai arahan dan perintah pimpinan, sehingga bisa dengan koperatif dapat membantu Polsek Mauponggo untuk datang dan memberikan klarifikasi berkaitan dengan viralnya berita gubahan naskah proklamasi tersebut.

Berdasatkan klarifikasi, kata Yakobus, ketiga perwakilan masyarakat tidak memiliki niat jahat atau niat menghina bangsa Indonesia dengan mengubah atau melecehkan naskah proklamasi Kemerdekaan RI yang otentik.

Mereka mengaku terinspirasi dari naskah proklamasi untuk menyatakan sikap kepada pemerintah tentang keadaan mereka yang kaya akan hasil bumi akan tetapi tidak diimbangi dengan akses jalan yang baik.

Baca Juga :   Perketat Pengamanan Perayaan Paskah, Polres Mabar Kerahkan Tim Penjinak Bom