Meski mengalami deviasi, kata Yohanes, pihaknya terus mengejar ketertinggalan progres pengerjaan proyek dengan mengoptimalkan pekerjaan struktur yang tidak menggunakan alat berat.
“Dengan upaya itu, maka kita bisa mengejar keterlambatan pelaksanaan proyek itu. Dan kami optimis selesai tepat waktu,” ungkapnya.
Sebagai informasi, pekerjaan bendungan Mbay atau waduk Lambo dilaksanakan secara simultan oleh dua penyedia yang berbeda. Paket pertama dikerjakan oleh PT. Waskita Karya, KSO PT Bumi Indah.
Lingkup pekerjaannya meliputi persiapan, pembuatan/relokasi/rehabilitasi jalan akses, bendungan utama, bangunan fasilitas dan penunjang, penyelenggaraan sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi (SMKK) dan pekerjaan lain-lain.
Sedangkan paket kedua dikerja langsung oleh PT Brantas Abipraya dengan ruang lingkupnya meliputi persiapan, Bangunan Pengelak, Bangunan Pelimpah, Bangunan Pengambilan dan Penyelenggaraan Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi (SMKK).













