“Jadi harus segera tambah pekerja dan jam kerja. Karena terlambat sudah jauh sekali, supaya selesai sampai akhir tahun anggaran,” tegas Yanus Waro.
Dalam sidak tersebut, turut hadir sejumlah anggota DPRD Ende, yakni Anselmus Kaise, Thomas Aquino, Megi Sigasare, Sabri Indradewa, Orba K. Ima, Fadlyn Delli, Chairul Anwar, Niko Bhuka, Virgilius Kami, Vinsen Sangu, Martinus Tata, dan Mikael Badeoda.
Sementara itu, perwakilan PT Cipta Karya Nyata, Muhammad Alfian Afandi, membenarkan bahwa progres pengerjaan proyek tersebut baru mencapai 49 persen dengan deviasi keterlambatan sebesar 23 persen.
Menurut Alfian, keterlambatan pengerjaan dipengaruhi sejumlah kendala, di antaranya bencana gempa bumi yang melanda wilayah Flores serta terhambatnya pengiriman material dari Surabaya akibat insiden kapal Virgo yang terbalik.
“Material-material yang dari sana, Surabaya itu telat ke sini. Karena ada bencana seperti itu,” jelasnya.
Meski demikian, Alfian memastikan pihaknya akan melakukan penambahan tenaga kerja dan jam kerja guna mempercepat penyelesaian proyek. Ia optimistis langkah tersebut dapat membantu mengejar ketertinggalan progres pekerjaan sehingga proyek bisa diselesaikan sesuai target.













