“Menurut saya, persoalan ini terjadi karena pengawasan langsung dari pihak BNPB terhadap pelaksanaan pembangunan Huntara belum maksimal. Akibatnya, muncul dugaan berbagai penyimpangan dalam pelaksanaan pekerjaan di lapangan,” ungkap Kabul.
Ia berharap BNPB segera menindaklanjuti berbagai keluhan tersebut dengan turun langsung ke Desa Satar Kampas untuk memeriksa pelaksanaan proyek, mengevaluasi kinerja vendor, serta memastikan penggunaan anggaran dan material sesuai dengan ketentuan. Kabul juga meminta agar pendataan dan penetapan penerima Huntara dilakukan secara transparan dengan memprioritaskan warga yang rumahnya mengalami kerusakan paling parah.
Kabul menegaskan, percepatan pembangunan dan pemerataan distribusi Huntara sangat mendesak, terutama karena musim hujan segera tiba. Ia berharap pemerintah dan pihak terkait tidak membiarkan korban bencana terus bertahan di tenda pengungsian, tetapi segera memastikan mereka memperoleh tempat tinggal sementara yang layak, aman, dan sesuai standar.













