Sebagai satu-satunya Calon Gubernur NTT yang berpasangan dengan seorang perempuan, Ansy Lema menegaskan bahwa duet Ansy-Jane akan melahirkan kombinasi yang dibutuhkan untuk mengurusi persoalan perempuan di NTT.
“Saya butuh Kaka Jane sebagai seorang perempuan karena memiliki karakter yang detil, ulet, pekerja keras, serta memiliki latar belakang pendidikan dan pengalaman yang memahami angka, data dan persoalan. Kaka Jane bisa melengkapi saya. Kita adalah kombinasi pasangan yang pas,” jelas Calon Gubernur NTT dengan tagline Manyala Kaka tersebut.
Selanjutnya, politisi PDI Perjuangan itu, memaparkan program Lima (5) NTT Manyala di hadapan ratusan warga Manulai II. Khusus untuk program NTT Pertiwi, Ansy Lema menjelaskan bahwa untuk menghasilkan generasi penerus yang sejahtera dan berdaya saing, semuanya bermula dari perempuan yang berdaya dan sejahtera.
“Semuanya datang dari perempuan, ia akan mengandung dan melahirkan generasi masa depan, jika perempuannya berdaya dan sejahtera, anaknya pasti juga begitu,” papar Mantan Anggota DPR RI yang selalu lantang bersuara bagi masyarakat NTT tersebut.
Di akhir penyampaiannya, Ansy Lema mengungkapkan bahwa Kaka Jane memang bukan orang NTT, tetapi ia adalah perempuan yang begitu peduli dengan masyarakat NTT dan telah banyak membantu masyarakat NTT, seperti membangun jembatan, sarana dan prasarana air bersih, bantuan beasiswa, bantuan pupuk dan sebagainya.
“Kita tidak bisa memilih di mana kita lahir, dari suku apa atau warna kulit apa. Tapi kita bisa memilih di mana kita bisa membawa hati, memberi diri untuk melayani. Dan Jane memilih NTT untuk melayani. Orang NTT pernah meminta Ahok menjadi Gubernur NTT, padahal ia bukan orang NTT. Mestinya terhadap Jane, hal tersebut tidak dipersoalkan,” tutup Ansy.











