Scroll untuk baca artikel
ads

Konflik Agraria di NTT Semakin Masif Demi Investasi, Ansy Lema; Peran Masyarakat Tidak Boleh Diabaikan

×

Konflik Agraria di NTT Semakin Masif Demi Investasi, Ansy Lema; Peran Masyarakat Tidak Boleh Diabaikan

Sebarkan artikel ini
Reporter: Tommy M. Nulangi |  Editor: Redaksi
1001000162

RAKYATFLORES.COM | KUPANG-Dalam satu dasawarsa terakhir, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menjadi daerah dengan perluasan pembangunan dan investasi yang cukup massif. Seiring dengan berjalannya pembangunan, konflik agraria pun semakin mencuat. Calon Gubernur NTT Yohanis Fransiskus Lema menegaskan peran masyarakat yang bersifat “dari bawah” tidak boleh diabaikan demi investasi.

Pria yang akrab disapa Ansy Lema ini mengatakan konflik agraria merupakan pekerjaan rumah yang harus dibereskan Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT ke depan. Persoalan agraria yang kerap terjadi membutuhkan solusi yang konkrit dan berpihak pada masyarakat.

Advertising
ads
Advertising

Tingginya angka konflik tersebut tidak terlepas dari kebijakan pro investasi yang meminggirkan hak-hak masyarakat. Apalagi, provinsi dengan keindahan alam yang luar biasa ini merupakan salah satu provinsi yang banyak disasar oleh kebijakan pembangunan melalui proyek-proyek strategis bertaraf nasional ataupun internasional.

Baca Juga :   Dapat Rekomendasi dari Hanura Ende, Stef Tani Temu Sebut Ini Jadi Pelecut Semangat Tim untuk Terus Bekerja

“Salah satu penyebab konflik agraria terjadi karena adanya pengabaian dari pihak pemerintah terhadap keterlibatan masyarakat ataupun masyarakat adat dalam perencanaan dan pelaksanaan pembangunan di wilayah tersebut. Mereka adalah tuan atas tanah dan rumah mereka. Tidak boleh diabaikan,” ujar Ansy Lema di Kupang beberapa waktu lalu.

Politisi PDI Perjuangan ini menjelaskan bahwa untuk menyelesaikan masalah agraria perlu menitikberatkan pada mitigasi konflik. Bagaimana pemerintah dan masyarakat harus duduk bersama untuk membahas rencana pembangunan yang hendak dilakukan. Tidak lupa pula, memastikan keselamatan dan keberlanjutan hidup masyarakat dan lingkungan sejak awal.

Oleh sebab itu, dirinya mengakui pentingnya koordinasi bersama organisasi perangkat daerah (OPD) dan kementerian terkait agar persoalan saling klaim wilayah ini mendapatkan titik terang. Apalagi, Mantan Juru Bicara Ahok itu juga menyampaikan bahwa keterlibatan masyarakat maupun masyarakat adat menjadi elemen penting dalam proyek pembangunan di NTT.