Oleh: Karolus Karni LandoD
DPP Perindo-Wakorwil Balinusra
“Jangan Takut Berjalan di Jalan yang Benar,” Abraham Samad, SH, MH, Ketua KPK 2011-2015.
RAKYATFLORES.COM | OPINI-Slogan ini menjadi pengingat bagi kita semua, terutama para pemimpin di tingkat nasional, provinsi, kabupaten, hingga perusahaan swasta dan BUMN, bahwa kejujuran dan integritas adalah kunci membangun bangsa yang bermartabat dan sejahtera.
Pengalaman saya bersama Bapak Abraham Samad dalam memberikan pelatihan kepada calon Lead Auditor Sistem Manajemen Anti Suap (ISO 37001:2006) pada 25 Januari 2022 di Hotel Mercure Kemayoran Jakarta, semakin meneguhkan bahwa korupsi adalah musuh besar yang merusak sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara.
Korupsi membawa dampak buruk yang sangat nyata bagi masyarakat. Dalam pidato kenegaraan Presiden pada HUT RI ke-73, salah satu dari enam poin penting yang menjadi fokus pemerintah adalah Strategi Nasional Pencegahan Korupsi (Stranas PK) yang tertuang dalam Peraturan Presiden No. 54 Tahun 2018. Namun, meski berbagai upaya dilakukan, indeks persepsi korupsi (IPK) Indonesia terus menurun. Pada tahun 2024, nilai IPK Indonesia hanya mencapai 37-point dari nilai 100 jauh dari target angka 40 yang pernah dicapai pada 2019. Penurunan ini menjadi cerminan bahwa upaya pemberantasan korupsi belum berjalan optimal, bahkan semakin memburuk.











