“Jika satu anak mati karena putus asa, maka yang gagal bukan hidupnya, tetapi sistem yang membiarkannya sendirian,” Dr. Ir. Karolus Karni lando, MBA
OPINI, RAKYATFLORES.COM-Seorang anak kelas IV SD di Kampung Dona, Desa Naruwolo, Kabupaten Ngada, mengakhiri hidupnya pada usia sepuluh tahun. Penyebab yang terdengar di permukaan begitu sederhana: ia tidak memiliki buku dan pena untuk bersekolah. Namun siapa pun yang jujur membaca peristiwa ini tahu, bahwa tragedi tersebut bukan peristiwa sederhana, bukan pula kecelakaan tunggal. Ini adalah akumulasi kegagalan sistemik yang panjang dan berlapis.
Dalam dunia audit dan manajemen sistem, peristiwa seperti ini memiliki istilah yang sangat tegas: Major Non-Conformity (Major NC). Major NC bukan kesalahan kecil, bukan kelalaian administratif, dan bukan pula penyimpangan yang bisa ditutup dengan klarifikasi. Major NC adalah kegagalan serius suatu sistem dalam melindungi manusia, yang berdampak langsung pada hilangnya nyawa dan martabat. Jika satu pekerja meninggal karena kegagalan sistem keselamatan, organisasi akan diminta bertanggung jawab penuh. Maka ketika satu anak meninggal karena kemiskinan, tekanan psikologis, dan pengabaian sosial, kegagalan itu bukan pada anak, melainkan pada sistem negara, pendidikan, dan lingkungan sosial yang seharusnya melindunginya.











