BORONG, RAKYATFLORES.COM-Pembangunan hunian sementara (Huntara) bagi korban gempa bumi Flores bermagnitudo 7,7 di Desa Satar Kampas, Kabupaten Manggarai Timur, menuai sorotan. Setelah dua bulan berjalan, pembangunan Huntara dinilai belum merata, sementara sejumlah warga yang rumahnya roboh total dilaporkan masih bertahan di tenda pengungsian.
Tokoh Pemuda Desa Satar Kampas, Kabul Budiyono, mengkritik pelaksanaan pembangunan Huntara yang diduga tidak sesuai dengan standar Rencana Anggaran Biaya (RAB). Ia menilai, terdapat sejumlah persoalan yang perlu mendapat perhatian serius, terutama terkait transparansi anggaran, ketersediaan material, tenaga kerja, serta penentuan penerima manfaat.
Menurut Kabul, salah satu persoalan yang perlu ditelusuri adalah dugaan perbedaan biaya sewa tukang antara vendor pertama dan vendor kedua. Berdasarkan informasi yang diperolehnya, terdapat selisih biaya sekitar Rp. 1 juta. Ia menduga pemangkasan anggaran terjadi pada pelaksanaan pembangunan oleh salah satu vendor. Namun, dugaan tersebut perlu diklarifikasi dan diverifikasi oleh pihak terkait.













