“Koordinasi ini sangat penting. Jangan biarkan persoalan teknis di lapangan berlarut hingga memicu kelangkaan. Pemerintah pusat harus memastikan dukungan kebijakan, Pertamina menyiapkan operasionalnya, dan pemerintah daerah mengawasi agar distribusi BBM berjalan efektif,” tegasnya.
Lebih lanjut, Dipo meminta Pertamina menambah stok buffer di seluruh titik suplai NTT, memperkuat armada pengangkut, dan memastikan Terminal BBM di Kupang, Maumere, Larantuka, Waingapu, dan Labuan Bajo beroperasi secara maksimal.
“Terminal-terminal BBM ini adalah jantung distribusi energi di NTT. Semua harus siaga penuh dan Pertamina harus pastikan seluruh fasilitasnya dalam kondisi optimal,” ungkap Dipo.
Dipo menambahkan bahwa Komisi XII DPR RI akan terus memantau upaya Pertamina dalam menjaga stabilitas pasokan energi, karena kebutuhan masyarakat tidak boleh dikorbankan oleh masalah kelangkaan BBM.
“Kami ingin memastikan masyarakat dapat merayakan Natal dan Tahun Baru dengan aman, nyaman, dan tanpa beban tambahan. BBM adalah kebutuhan vital, dan negara wajib hadir untuk menjamin kelancaran serta keamanan distribusinya,” tambah Dipo.













