Secara khusus, ia menyoroti kondisi pasokan BBM di Nusa Tenggara Timur, terutama di wilayah daratan Flores. Dipo mengungkapkan bahwa pada momentum Natal dan Tahun Baru, masyarakat di sejumlah daerah di Flores menghadapi antrean panjang dan ketidakpastian pasokan energi. Bahkan, di beberapa wilayah, warga harus menunggu pasokan solar hingga dua pekan.
“Berapa sebenarnya kuota BBM untuk NTT, khususnya daratan Flores, dan kuota itu mampu bertahan berapa hari?”, tanya Dipo.
Ia pun mendesak BPH Migas dan Pertamina Patra Niaga untuk memperkuat pengawasan distribusi, memastikan kehadiran nyata di lapangan, serta menyiapkan langkah-langkah antisipatif sejak dini agar krisis pasokan BBM tidak kembali terulang, terutama menjelang hari besar keagamaan dan momentum nasional.
“Saya berharap pada saat Imlek, bulan puasa, dan Lebaran nanti, jangan lagi terjadi peristiwa seperti yang dialami masyarakat saat Natal dan Tahun Baru,” tutup Dipo.













