Scroll untuk baca artikel
ads

Indonesia Business Post Gelar Pelatihan Jurnalistik Tentang Carbon Capture and Storage

×

Indonesia Business Post Gelar Pelatihan Jurnalistik Tentang Carbon Capture and Storage

Sebarkan artikel ini
Reporter: Tommy M. Nulangi |  Editor: Redaksi
1001224830
Indonesia Business Post Gelar Pelatihan Jurnalisme Rentang Carbon Capture and Storage.

Dengan kombinasi inovasi teknologi, kerjasama lintas sektor, dan regulasi yang kuat, Indonesia berkomitmen untuk memimpin upaya dekarbonisasi di kawasan Asia Tenggara.

Percepatan implementasi CCS

Advertising
ads
Advertising

Firera, VP Business Support and Lead of Carbon SKK Migas, mengatakan Pemerintah Indonesia terus memperkuat upaya pengurangan emisi karbon melalui penerapan teknologi Carbon Capture and Storage (CCS) dan Carbon Capture, Utilization, and Storage (CCUS) di sektor hulu minyak dan gas. Teknologi ini diharapkan berkontribusi signifikan terhadap target Net Zero Emission (NZE) pada 2060.

Menurut data SKK Migas, sejumlah proyek CCS/CCUS sedang dikembangkan, termasuk CCS Abadi di Blok Masela dengan kapasitas penyimpanan karbon mencapai 3 gigaton CO2 dan CCUS Ubadari dengan kapasitas 1,8 gigaton CO2. Keduanya dijadwalkan mulai beroperasi pada 2030 dan 2029. Proyek lainnya seperti CCUS Sukowati, Jatibarang, dan Gemah juga dalam tahap studi lanjutan untuk mendukung pengurangan emisi dari sektor energi.

Baca Juga :   Kantor Berita ANTARA Salurkan Bantuan Pangan dan Perlengkapan Kebersihan Diri untuk Korban Erupsi Gunung Lewotobi

Hingga kini, Indonesia telah menetapkan kerangka regulasi, termasuk Perpres No. 14 Tahun 2024 yang memberikan landasan hukum untuk pelaksanaan CCS/CCUS, serta Panduan Kerja SKK Migas No. PTK-070/2024 yang mengatur pelaksanaan teknologi ini di wilayah kerja kontraktor.

Tantangan utama dalam implementasi CCS/CCUS di Indonesia meliputi biaya investasi yang tinggi, perlu adanya izin lingkungan, serta kebutuhan koordinasi lintas instansi. Selain itu, kesadaran publik dan dukungan masyarakat terhadap teknologi ini perlu ditingkatkan guna memastikan keberhasilan jangka panjang.

Dengan potensi penyimpanan karbon yang diperkirakan mencapai 577,77 gigaton CO2, Indonesia berambisi menjadi pusat pengembangan CCS regional di Asia Tenggara. Langkah ini diharapkan tidak hanya mendukung target emisi nasional, tetapi juga menarik investasi berkelanjutan dan menciptakan nilai ekonomi di sektor energi.