Scroll untuk baca artikel
ads

ETMC 2025: Ketika Sepak Bola Ditikam dari Belakang oleh Kepentingan Elit

×

ETMC 2025: Ketika Sepak Bola Ditikam dari Belakang oleh Kepentingan Elit

Sebarkan artikel ini
Reporter: Tommy M. Nulangi |  Editor: Redaksi
IMG 20250701 155857
Patricius Marianus Botha, Dosen STPMSanta Ursula.

Jangan Lupakan: Sepak Bola Adalah Hak Rakyat

ETMC bukan milik PSSI. Bukan milik Gubernur. Bukan milik Bupati. Bukan milik elite mana pun. ETMC adalah milik masyarakat NTT. Dan ketika hak mereka dirampas – hak untuk merayakan, menyambut, dan menyelenggarakan sebuah pesta olahraga – maka itu adalah bentuk perampokan di siang bolong. Rakyat berhak marah.

Advertising
ads
Advertising

Para pengambil keputusan yang terlibat dalam perpindahan tuan rumah ETMC harus tahu: anda telah merampas ruang demokrasi dari tangan rakyat.

Desakan Moral: Audit Independen dan Boikot Moral

Sudah saatnya masyarakat sipil, jurnalis olahraga, akademisi, dan pecinta bola mengambil sikap. Jangan biarkan ruang olahraga dibajak oleh kekuasaan yang korup. Mendesak audit independen terhadap proses perpindahan tuan rumah ETMC, transparansi dokumen dan notulen rapat penentuan tuan rumah, evaluasi total kepengurusan Asprov PSSI NTT, dan bentuk gerakan boikot moral terhadap pelaksanaan ETMC 2025 bila dilakukan tanpa keadilan.

Baca Juga :   Gadi Djou-Baleti Siap "Bertarung" Di Pilkada Ende

Jangan Ajari Generasi Muda Bahwa Ketidakadilan adalah Hal Biasa