Oleh: Patricius Marianus Botha, S.Fil.,M.Si
Dosen STPM Santa Ursula
OPINI, RAKYATFLORES.COM-Perpindahan tuan rumah El Tari Memorial Cup (ETMC) 2025 adalah bentuk pengkhianatan terbuka terhadap sportivitas, etika publik, dan akal sehat. Di balik gebyar sepak bola, keputusan ini menyibak borok kronis di tubuh pengelolaan olahraga di Nusa Tenggara Timur: politik kotor, ketidakterbukaan, dan mental feodal para pengurus.
Kesepakatan Dikhianati, Rakyat Dilecehkan
Ketika sebuah daerah telah ditetapkan menjadi tuan rumah ETMC – lengkap dengan kerja keras, persiapan teknis, dan antusiasme publik – maka membatalkannya secara sepihak adalah bentuk penghinaan. Bukan hanya pada pemerintah daerah yang bersangkutan, tetapi kepada rakyat yang telah menaruh harapan dan semangat di atas lapangan hijau. Ini bukan sekadar perubahan jadwal. Ini penusukan dari belakang.
Jika keputusan seperti ini bisa dibatalkan sesuka hati tanpa penjelasan yang logis dan terbuka, maka apa lagi yang bisa dipercaya dari penyelenggaraan olahraga di daerah ini? Apakah semua hanya soal “siapa dekat dengan siapa”? Lalu untuk apa ada proses bidding, jika akhirnya semua tunduk pada lobi belakang layar?











