Keputusan ini akan dikenang—bukan sebagai langkah strategis, tetapi sebagai bukti bobroknya sistem. Dan lebih parah lagi, generasi muda pencinta sepak bola di NTT belajar satu hal dari peristiwa ini: bahwa kerja keras bisa dikalahkan oleh kuasa; bahwa keadilan bisa ditunda oleh koneksi; dan bahwa sepak bola di negeri ini sudah kehilangan jiwanya.
Jika para pemimpin dan pengurus olahraga tidak segera sadar, maka ETMC akan berubah dari warisan kebanggaan menjadi simbol pembusukan moral.












