Scroll untuk baca artikel

Judul Renungan Hari Ini: Anggur Yang Baru Dan Kantong Yang Baru

×

Judul Renungan Hari Ini: Anggur Yang Baru Dan Kantong Yang Baru

Sebarkan artikel ini
Reporter: Tommy M. Nulangi |  Editor: Redaksi
IMG 20250617 WA0044
Fr. M. Yohanes Berchmans, BHK.

Oleh: Fr. M. Yohanes Berchmans, BHK

RENUNGAN, RAKYATFLORES.COM-DAMAI SEJAHTERA, bagimu para saudaraku yang terkasih dalam Kristus. Setiap manusia siapapun dia pasti ingin hidup damai, sehat dan bahagia. Jika demikian, maka dia harus selalu menjalin relasi spiritual yang intim dan intens dengan Sang Sumber Hidup.

Advertising
ads
Advertising

Renungan hari ini terinspirasi dari Injil Matius 9: 14 – 17, yakni hal berpuasa. Dalam bacaan Injil hari ini, Yesus menjawab pertanyaan tentang puasa dengan sebuah perumpamaan yang dalam maknanya. Ia berbicara tentang anggur yang baru dan kantong yang baru, sebuah gambaran tentang pembaruan spiritual atau rohani dan kesiapan hati untuk menerima karya Allah yang baru. Anggur yang baru melambangkan ajaran dan kehidupan baru dalam Kristus, penuh kasih karunia, pengampunan, dan kuasa Roh Kudus. Sementara kantong yang lama menggambarkan pola pikir lama, tradisi yang kaku, atau hati yang tidak mau berubah. Jika kita mencoba menampung pembaruan Allah dalam hidup yang tidak mau bertobat atau berubah, maka kita akan koyak, tidak mampu menampung berkat dan kuasa-Nya. Oleh karena itu, Yesus mengundang kita untuk menjadi kantong yang baru, yakni: hati yang lembut, terbuka, dan siap dibentuk oleh-Nya. Ini berarti kita harus rela melepaskan cara hidup lama, kebiasaan yang tidak sesuai dengan kehendak-Nya, dan membuka diri terhadap pembaruan yang dibawa oleh Roh Kudus. Jadi, Yesus menggunakan perumpamaan anggur baru dan kantong baru untuk menjelaskan bahwa kedatangan-Nya membawa sesuatu yang revolusioner, sebuah cara hidup yang tidak bisa ditempelkan pada tradisi atau pola lama. Anggur baru (Injil Kerajaan Allah) membutuhkan hati yang baru, iman yang segar, dan kesediaan untuk dibarui oleh Roh Kudus. Sebab, sering kali kita berusaha menambal kehidupan spiritual atau rohani kita dengan ritual atau kebiasaan lama, tanpa membiarkan Tuhan mengubah hati dan pikiran kita secara radikal. Oleh karena itu, Yesus mengajak kita untuk menjadi kantong yang baru, yang terbuka terhadap pembaruan, siap menampung karya-Nya yang segar, dan tidak terikat pada formalitas yang kaku.

Baca Juga :   Judul Renungan Hari Ini: Pengakuan Setan Akan Ke-Allah-an Yesus