Scroll untuk baca artikel
ads

Ke Surga Bersama Mgr. Paulus Budi Kleden

×

Ke Surga Bersama Mgr. Paulus Budi Kleden

Sebarkan artikel ini
Reporter: Tommy M. Nulangi |  Editor: Redaksi
1000891797

Secara pribadi, saya memaknai kehadirannya sebagai titik acuan, figur insani yang nyaris sempurna dalam pencaharian fislosofis maupun spiritual setiap orang; padanya banyak orang memaku kekaguman dan memancang harapan: surga memang sudah begitu dekat pada pribadi seorang Mgr. Paulus Budi Kleden, SVD.

Bahwa ideal kesempurnaan dan kualitas yang dirindukan banyak orang bisa digapai oleh pribadi-pribadi yang mau mengusahakan dan mencarinya dengan tekun dan sabar; bahwa proses pendidikan dan kesetiaan mengemban tanggung jawab dalam tugas-tugas kecil dan sederhana dengan kesetiaan dan konsistensi yang tinggi bisa menghantar siapapun menjadi orang hebat dan besar berkelas seperti Uskup Budi.

Advertising
ads
Advertising

Uskup Budi Kleden telah datang jauh-jauh dari Roma kota Abadi itu, juga untuk memandu sekian banyak orang di sini yang terlambat, terseok-seok menggapai kesempurnaan itu dari balik bayang-bayang kemiskinan, kebodohan, kelalaian dan inkonsistensi.

Baca Juga :   Menuju Kharisma Even Nusantara, Besok Pemda Nagekeo Gelar Festival One Be untuk Kedua Kalinya

Saya percaya, Uskup Budi menjadi figur yang bisa membantu setiap orang di sini yang berkomitmen kuat dan berkehendak baik untuk terus berjuang menuju kualitas pribadi yang lebih baik, terus menjadi lebih baik sampai titik tertinggi yang mungkin dicapai. Tentu saja, sebagai pemimpin spiritual dan gembala umat, Uskup Budi bersama para imamnya akan berjuang membantu pribadi-pribadi yang ada dalam kawanan kegembalaannya menjadi sempurna, mengatasi sekian banyak tantangan dan kesulitan, melampaui berbagai rintangan dan keterbatasan.

Perjuangan itu ditandai dengan memancangkan visi besar nan agung untuk membimbing dan memandu seluruh umat menuju surga… dimulai dengan mengalihkan fokus perjuangan komunitas umat beriman dari visi primordial dan ideologis yang selama ini mengecohnya. (Bersambung)