Tahun ini, wajah Semana Santa juga memancarkan semangat sinergi yang kuat antara Gereja Katolik, Keuskupan Larantuka, dan Pemerintah Daerah. Persiapan yang matang terlihat dari keamanan, penataan lokasi ziarah, hingga pelayanan bagi para peziarah. Sebagai simbol kebersamaan dan bentuk pelayanan pastoral yang hangat, acara dilanjutkan dengan makan bersama usai misa Kamis pagi, mencerminkan semangat kasih, persaudaraan, dan pelayanan dalam iman.
Semana Santa di Larantuka kini tidak hanya menjadi warisan rohani lokal, tetapi telah tumbuh menjadi destinasi pariwisata rohani dunia. Suasana kota yang tenang berubah menjadi ruang doa yang hidup, di mana iman dan budaya berpadu dalam harmoni yang menyejukkan hati.
Bagi siapa pun yang mencari makna terdalam dari Paskah, Larantuka adalah altar rohani yang harus dikunjungi. Sebuah tempat di mana tradisi Katolik bernafas dalam ritme budaya lokal, menawarkan pengalaman ziarah yang tak hanya menyentuh pikiran, tetapi menggugah jiwa.
“Larantuka bukan hanya tempat, tapi perjumpaan. Perjumpaan dengan iman, sejarah, dan cinta Ilahi”.











