Scroll untuk baca artikel
ads

MBG Harus Utamakan Investasi Petani Lokal? 

×

MBG Harus Utamakan Investasi Petani Lokal? 

Sebarkan artikel ini
Reporter: Tommy M. Nulangi |  Editor: Redaksi
IMG 20250701 155857
Patricius Marianus Botha, Dosen STPMSanta Ursula.

Jangan Ulangi Kesalahan Lama

Kita sudah terlalu sering melihat program baik yang kehilangan makna karena salah orientasi. Dana besar mengalir, tapi masyarakat kecil tidak merasakan dampaknya. Jika MBG tidak berpihak kepada petani, maka ia hanya akan menjadi program gizi yang ironis: menyehatkan anak-anak, tapi menyingkirkan petani dua kelompok paling rentan yang seharusnya justru dilindungi negara.

Advertising
ads
Advertising

Kebijakan publik harus berpihak, bukan netral. Dan keberpihakan yang paling mendesak hari ini adalah keberpihakan kepada petani kecil, produsen pangan sejati negeri ini. Karena tanpa petani yang sejahtera, program makan bergizi hanya akan menjadi proyek tanpa akar dan tanpa masa depan.

Kesimpulannya:

Program Makan Bergizi Gratis bukan sekadar tentang makan, tetapi tentang keadilan ekonomi. Jika pemerintah serius ingin membangun bangsa yang kuat dan mandiri, maka mulailah dari yang paling dasar beli bahan pangan dari petani lokal, olah di dapur lokal, dan beri makan anak-anak dari hasil bumi sendiri. Beri ruang yang besar kepada petani untuk berinvestasi Barulah program ini layak disebut “bergizi”bagi tubuh, bagi petani, dan bagi bangsa.

Baca Juga :   Negara Tak Boleh Abai Orang Kecil; NTT Darurat Kemiskinan, Pendidikan, dan Iman