Sementara itu, Megi Sigasare menghadirkan narasi yang berbeda. Sebagai kader yang tumbuh dalam struktur partai dan aktif dalam aktivitas legislatif, Megi mewakili wajah kaderisasi internal Golkar. Dari perspektif organisasi politik, figur seperti Megi memiliki legitimasi yang kuat karena keberadaannya merupakan hasil proses panjang dalam tubuh partai. Ia memahami dinamika internal, mengenal karakter kader, dan memiliki hubungan emosional dengan struktur partai hingga tingkat bawah.
Meski demikian, pendekatan kaderisasi semata juga tidak cukup untuk menjawab tantangan Golkar saat ini. Tantangan terbesar Golkar Ende bukan hanya bagaimana menjaga soliditas internal, tetapi bagaimana memperluas kembali basis dukungan masyarakat. Dalam konteks ini, Megi harus mampu membuktikan bahwa dirinya bukan sekadar representasi kader, tetapi juga memiliki kapasitas elektoral dan kemampuan membangun jejaring politik yang lebih luas. Jika tidak, kepemimpinannya berisiko hanya menghasilkan stabilitas organisasi tanpa mampu mengangkat kembali posisi Golkar dalam kompetisi politik daerah.












