Scroll untuk baca artikel
ads

Setelah Gusur, Lalu Apa?

×

Setelah Gusur, Lalu Apa?

Sebarkan artikel ini
Reporter: Tommy Mbenu Nulangi |  Editor: Redaksi
IMG 20260412 WA0011 2
Arianto Zany Namang.

Jangan! Tidak boleh! Kasihan, kemiskinan dan penderitaan tidak sepatutnya dijadikan konten medsos dan ajang pansos karitatif.
Ketua PKK Kabupaten Ende bersama tim pasti paham soal-soal psikogi tumbuh kembang anak. Ini penting untuk menyembuhkan luka traumatis yang mereka alami sejak beberapa minggu terakhir dan memuncak pada hari ini ketika keputusan menggusur dieksekusi.

Lalu Apa Solusi Permanennya?

Advertising
ads
Advertising

Solusi permanen bagi papalele di sempadan Ndao tidak bisa ditunda. Pemda perlu menghadirkan relokasi yang layak dan manusiawi, setidaknya lebih baik dari pada yang sekarang yang dicap sebagai “kumuh” dan tidak estetik itu. Penyediaan sentra dagang baru yang legal, strategis, dan terintegrasi dengan arus ekonomi lokal, bukan sekedar memindah mereka ke lokasi yang sepi pembeli. Itu nanti bisa dapat protes seperti kejadian di pasar Wolowona, dipindahkan ke dalam tapi mereka malah tetap ngotot jual di badan jalan.
Model pembangunan yang inklusif (inclusive development) dapat diterapkan dengan melibatkan komunitas papalele dalam perencanaan sedemikian sehingga kebijakan tidak bersifat top-down yang acapkali menguntungkan pemodal besar tetap mencekik batang leher pedagang kecil seperti papalele.

Baca Juga :   Perlindungan dan Penghormatan HAM Didalam RUU KUHP 2025
Tag:

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.