Menurut Karolina, kegiatan memasuki acara penutupan, beberapa perlombaan masih berlangsung hingga babak final, yakni debat Bahasa Indonesia, pidato Bahasa Inggris, dan fashion show.
Karolina juga menekankan pentingnya mengutamakan Bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan, melestarikan bahasa daerah sebagai warisan budaya, serta menguasai bahasa asing untuk menghadapi perkembangan dunia.
“Bahasa nasional sebagai pengikat, bahasa daerah sebagai akar, dan bahasa asing sebagai sayap untuk terbang. Ketiganya bukan pilihan yang saling meniadakan, melainkan saling menopang,” ungkapnya.
Ia menambahkan, melalui Bulan Bahasa, siswa diharapkan tidak hanya memiliki kemampuan berbahasa yang baik, tetapi juga mengembangkan karakter jujur, sportif, bertanggung jawab, dan mampu menghargai sesama.
“Lomba ini bukan semata ajang kompetisi, melainkan ladang pembentukan manusia yang cerdas dan berakhlak mulia,” tegas Karolina.
Di akhir sambutannya, Karolina menyampaikan terima kasih kepada kepala sekolah, para guru, dewan juri, pengurus OSIS, dan seluruh siswa yang telah berpartisipasi dalam menyukseskan kegiatan Bulan Bahasa 2026.













