Scroll untuk baca artikel
ads

Jadikan NTT Provinsi yang Mandiri, Ansy-Jane Tawarkan Lima Langkah Kongkrit untuk Tingkatkan PAD

×

Jadikan NTT Provinsi yang Mandiri, Ansy-Jane Tawarkan Lima Langkah Kongkrit untuk Tingkatkan PAD

Sebarkan artikel ini
Reporter: Tommy M. Nulangi |  Editor: Redaksi
1001073271

RAKYATFLORES.COM | KUPANG-Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) nomor urut satu Yohanis Fransiskus Lema dan Jane Natalia Suryanto (Ansy-Jane) berkomitmen meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Provinsi NTT yang saat ini masih terbilang rendah. Realisasi PAD NTT sejak lima tahun terakhir hanya berkisar antara Rp 1,1 triliun – Rp 1,4 triliun.

Mencermati persoalan rendahnya PAD NTT ini, Politisi PDI Perjuangan Ansy Lema mengatakan bahwa dirinya bersama Jane Natalia Suryanto telah menyiapkan langkah konkrit dan upaya inovatif untuk mendongkrak PAD.

Advertising
ads
Advertising

“Kita (Ansy-Jane) telah menyiapkan langkah-langkah konkrit dan upaya-upaya inovatif untuk menaikkan PAD kita agar kita memiliki fleksibilitas pembangunan. Kita membutuhkan PAD yang memadai agar target-target pembangunan dapat tercapai dan pemberdayaan masyarakat dapat kita lakukan secara mandiri. Saya dan Jane akan menjadikan provinsi tercinta ini menjadi provinsi yang berdikari,” ucap Ansy Lema, Kamis 7 November 2024.

Baca Juga :   Kabar Baik, Bank NTT Jadi Salah Satu Bank Daerah yang Menerbitkan Kartu Kredit Indonesia Berbasis GPN

Mantan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI itu menjelaskan setidaknya ada lima langkah konkrit yang telah disiapkan Ansy-Jane untuk meningkatkan PAD Provinsi Kepulauan ini. Pertama, menyisir atau merapikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) NTT untuk memangkas inefisiensi anggaran.

Kedua, melakukan digitalisasi pajak dan retribusi daerah untuk mencegah kebocoran penerimaan daerah. Menurutnya, selama ini pajak yang terdigitalisasi hanyalah pajak kendaraan bermotor, sementara yang lain belum terdigitalisasi.

Demikian juga dengan retribusi daerah yang selama ini masih menggunakan metode manual. Misalnya Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Oeba, Instalasi Ternak Tarus dan Sumba, Kawasan Wisata Lasiana, Kebun Dinas Pertanian, dan Ekowisata Oeluan Timor Tengah Utara (TTU).