Scroll untuk baca artikel
ads

Jadikan NTT Provinsi yang Mandiri, Ansy-Jane Tawarkan Lima Langkah Kongkrit untuk Tingkatkan PAD

×

Jadikan NTT Provinsi yang Mandiri, Ansy-Jane Tawarkan Lima Langkah Kongkrit untuk Tingkatkan PAD

Sebarkan artikel ini
Reporter: Tommy M. Nulangi |  Editor: Redaksi
1001073271

“Ke depan semua sumber pendapatan pajak dan retribusi ini harus dilakukan secara digital. Ketika dilakukan secara digital, semua bisa terdata. Kita bisa mendapatkan pemasukan yang sesuai dengan aturan yang berlaku. Meminimalisir kebocoran,” terang pria kelahiran Kota Kupang ini.

Ketiga, merapikan aset-aset tidur Provinsi NTT menjadi aset produktif. Melihat pada data dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT, jumlah kepemilikan aset tanah yang tercatat dalam neraca 31 Desember 2023 berjumlah 1.210 bidang tanah di 26 perangkat daerah.

Advertising
ads
Advertising

Sementara itu, tanah yang masih bernilai Rp 0 rupiah sebanyak 142 bidang dan tanah yang belum diketahui luasannya sebanyak 101 bidang. Ansy Lema mengungkapkan bahwa tanah milik Pemprov NTT ini perlu dilakukan identifikasi dan penilaian agar dapat diberdayakan dari aset tidur menjadi lebih produktif.

Baca Juga :   Ansy Lema, "Pucuk Muda" Bereputasi Bagus, Layak Pimpin NTT

Selain itu, terdapat pula 6.660 unit gedung milik Pemprov NTT. “Aset-aset tidur ini akan kita utilisasi agar kita bisa dapat pendapatan yang namanya pendapatan sewa. Terhadap tanah-tanah pemprov yang belum diketahui luas dan nilainya akan kita identifikasi dan kita beri penilaian agar dapat diberdayakan menjadi lebih produktif,” pungkas Alumni Pascasarjana Universitas Indonesia (UI) tersebut.

Keempat, iklim investasi yang kondusif. Mantan Juru Bicara Ahok itu menyampaikan akan menciptakan iklim investasi yang sehat untuk menggaet para investor masuk ke NTT dan membuka lapangan pekerjaan.

Kelima, revitalisasi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Satu-satunya Calon Gubernur NTT yang berpasangan dengan perempuan itu menekankan akan merevitalisasi BUMD untuk meningkatkan deviden (penghasilan) dengan cara menerapkan tata kelola yang bersih, transparan, dan profesional.