Ia berharap, bantuan tersebut bisa meringankan beban warga dan menjadi tanda bahwa masyarakat terdampak tidak sendiri dalam menghadapi bencana.
“Baik masyarakat maupun pemerintah selalu hadir bersama untuk menghadapi situasi ini,” tambahnya.
Sekretaris Desa Kringa, Maria Virgo Da Ince, yang menerima bantuan secara simbolis, menyampaikan apresiasinya atas kunjungan dan kepedulian tersebut.
“Kami tidak menilai besar kecilnya bantuan, tetapi ketulusan hati Pak Paul untuk berbagi,” ujarnya.
Warga Krisis Air Bersih
Selain menyalurkan bantuan, Paul Veto juga berdialog langsung dengan warga di titik-titik pengungsian. Dalam pertemuan itu, warga mengeluhkan krisis air bersih yang menjadi dampak utama khususnya pasca-erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki pada 17 Juni 2025 lalu.
“Bantuan ini memang sangat kami butuhkan, tapi yang paling mendesak sekarang adalah air bersih. Kami kesulitan untuk minum, mencuci, dan keperluan lainnya,” ujar Fabiana Miro, warga Desa Kringa.
Menanggapi keluhan tersebut, Paul Veto menyatakan akan menyampaikan aspirasi warga kepada Gubernur NTT serta instansi teknis terkait. Ia juga mengaku telah berkomunikasi dengan Dinas PUPR Provinsi NTT dan akan segera berkoordinasi lebih lanjut dengan BPBD guna mengatasi masalah tersebut.













