ENDE, RAKYATFLORES.COM-Pastor Paroki St. Eduardus Nangapanda, RD. Fransiskus Xaverius Gado Tonda mengatakan, sebagian besar masyarakat menginginkan supaya Asphalt Mixing Plant (AMP) milik PT Novita Karya Taga (NKT) di Desa Sanggazozo, Kecamatan Nangapanda, Kabupaten Ende segera ditutup oleh pemerintah provinsi NTT. Keinginan warga tersebut diketahui setelah dirinya sebagai pastor paroki mendengar lamgsukg keluhan dari masyarakat sekitar.
RD. Fransiskus mengakui bahwa, kehadiran gereja bersama masyarakat terdampak dalam persoalan ini karena ingin menyuarakan suara warga yang selama ini terdiam. Phaknya ingin menfasilitasi masyarakat untuk menyampaikan keluhan mereka kepada para pihak termasuk kepada perusahaan dan pemerintah.
“Tadi dari Dinas ESDM NTT melihat keadaan di sepanjang kali. Dan kita mengatakan bahwa ada dampak. Dengan apa yang dikatakan tadi perusahaan mengaku ada dampak. Jadi kita sebenarnya mau dengar tanggung jawab perusahaan seperti apa berhubungan dengan dampak yang terjadi,” ujar RD Fraksiskus dalam pertemuan bersama pihak perusahaan, perwakilan Dinas ESDM NTT, anggota DPRD Ende, serta masyarakat setempat di lokasi AMP, Kamis 19 Februari 2026 siang.













