“Saat ini kami masih takut dan cemas karena tidak ada informasi yang jelas dari pemerintah terkait kondisi gempa. Apakah masih ada susulan atau tidak. Jadi kami tidak bisa beraktivitas seperti biasa,” katanya.
Agus berharap pemerintah segera menyalurkan kebutuhan dasar, terutama makanan dan bantuan darurat lainnya.
“Kami minta kalau ada bantuan makanan, bisa diberikan kepada kami,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Hendrika Bai. Ia meminta pemerintah tidak hanya memusatkan perhatian pada wilayah perkotaan atau lokasi yang mudah dijangkau.
“Jangan hanya di kota menjadi pusat perhatian pemerintah. Kami di Kelurahan Dhawe juga terdampak. Banyak rumah yang rusak berat,” kata Hendrika.
Warga Bertahan di Tenda Darurat
Pasca-gempa, warga Kelurahan Dhawe memilih mengungsi dan mendirikan tenda-tenda darurat secara mandiri. Sebagian warga bertahan di lapangan terbuka, sementara lainnya berada di badan jalan karena khawatir kembali ke rumah yang mengalami kerusakan.
Kondisi semakin sulit karena jaringan komunikasi dilaporkan terganggu. Warga mengaku kesulitan menghubungi keluarga maupun kerabat mereka. Selain itu, aliran listrik juga dilaporkan padam.













