Sejak saat itu, sepak bola bukan lagi sekadar tontonan, melainkan bagian dari hidupnya. Ia mulai bermain, berlatih, dan perlahan menapaki jalan panjang sebagai pesepak bola muda.
Perjalanan Adit tidak lepas dari latihan yang konsisten. Sejak duduk di bangku sekolah, ia terbiasa menjalani latihan dua kali sehari pagi dan sore. Di luar itu, ia juga meluangkan waktu untuk berlatih mandiri atau bergabung dengan Sekolah Sepak Bola (SSB) Indonesia Muda.
Ia mulai bergabung dengan SSB sejak usia 10 tahun hingga 14 tahun. Meski sempat beralih ke futsal, kecintaannya pada sepak bola lapangan hijau kembali membawanya ke jalur yang sama.
Kini, kesempatan besar datang, Adit dipercaya memperkuat Perse Ende U-17 untuk pertama kalinya.
“Senang sekali. Ini pengalaman pertama saya di tim Perse U-17,” katanya dengan mata berbinar.
Di balik langkah Adit, ada peran besar keluarga yang tak pernah absen memberi dukungan. Kedua orang tuanya selalu hadir di setiap pertandingan, menjadi saksi sekaligus penyemangat dari tribun.













