Diberitakan rakyatflores.com, uang sebesar Rp. 3 miliar milik RSUD Ende diduga hilang. Hilangnya uang miliaran rupiah tersebut terungkap dalam RDP yang di pimpin oleh Ketua DPRD Ende Ferry Taso dan dihadiri oleh penjabat sekda Ende Efraim Diakon Aina dan sejumlah pimpinan OPD lainnya di ruang rapat komisi DPRD Ende, Rabu 24 Juli 2024.
Direktur RSUD Ende, dr. Ester Jelita Puspita kepada wartawan saat ditemui di aula RSUD Ende mengaku, dugaan adanya penyalahgunaan uang sebesar Rp. 3 miliar tersebut diketahui setelah dirinya dilantik menjadi direktur RSUD Ende pada akhir bulan Desember tahun 2023 silam.
Setelah dilantik, ia memutuskan untuk menggantikan bendahara penerimaan yang lama dengan bendahara yang baru karena sebelumnya bendahara yang lama telah bertugas selama lima tahun. Pada saat pergantian tersebut, selisih uang miliaran rupiah tersebut baru diketahui.
“Jadi disaat pergantian bendahara itu, masih menunggu SK. Setelah SK turun pergantian bendahara dari bendahara yang lama ke bendahara yang baru terjadilah selisih keuangan,” ujarnya.
Ester mengatakan, karena terjadi selisih, akhirnya bendahara yang baru melaporkan kepadanya. Atas laporan itu, pihaknya langsung membentuk tim internal rumah sakit untuk melakukan pengumpulan data.
“Setelah kami mengumpulkan data, kami melaporkan masalah ini ke bapak Pj Sekda. Arahan beliau sesuai aturan, supaya kami harus melaporkan ke inspektorat sehingga nanti inspektorat melakukan penyelidikan,” ungkapnya.













