Scroll untuk baca artikel
ads

Bonus Bisa Habis, Dampak Bisa Abadi

×

Bonus Bisa Habis, Dampak Bisa Abadi

Sebarkan artikel ini
Reporter: Tommy M. Nulangi |  Editor: Redaksi
1 20250626 123638 0000
Patricius Marianus Botha, S.Fil.,M.Si, Dosen Mata Kuliah Tata Kelolah CSR di STPM Santa Ursula.

Masyarakat di sekitar Kawasan Kecamatan Ndona, dan beberapa desa lain seperti daerah Woloara, Waturaka, atau Detusoko tidak hanya ingin uang, mereka menginginkan jaminan hidup yang layak, hak atas lingkungan yang sehat, dan keterlibatan sejati dalam setiap tahap proyek. Sayangnya, suara mereka sering kali dibungkam oleh narasi pembangunan nasional dan jargon “energi bersih” yang hanya bersih secara teknologi, tapi kotor secara sosial dan ekologis.

Dalam praktiknya, PT SGI memang sudah menjalankan beberapa program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), mulai dari bantuan pendidikan hingga fasilitas air bersih. Namun persoalannya bukan soal jumlah atau jenis bantuan—melainkan ketidakterhubungan antara program-program tersebut dengan kebutuhan jangka panjang masyarakat.

Advertising
ads
Advertising

Apa rencana SGI dalam memastikan bahwa masyarakat tidak hanya menjadi objek penerima bantuan, tetapi menjadi subjek dalam pengelolaan sumber daya? Apakah ada kebijakan untuk memberdayakan petani lokal yang terdampak secara langsung? Apakah masyarakat diberi ruang untuk melakukan evaluasi terhadap program CSR? Ataukah semuanya ditentukan sepihak oleh tim komunikasi perusahaan?

Baca Juga :   Judul Renungan Hari Ini: Pengakuan Setan Akan Ke-Allah-an Yesus