Scroll untuk baca artikel
ads

Dede Padama; Mahasiswa Semester I yang Sudah Belajar Memimpin dengan Hati

×

Dede Padama; Mahasiswa Semester I yang Sudah Belajar Memimpin dengan Hati

Sebarkan artikel ini
Reporter: Tommy Mbenu Nulangi |  Editor: Redaksi
IMG 20260810 WA0005
Dr. Ir. Karolus Karni Lando, MBA, CEO KRQA-SQC Certification Services.

Lebih dari itu, suara seorang mahasiswa muda ternyata mampu menggerakkan perhatian pemerintah.Bahkan, dinamika yang terjadi kemudian membuat perangkat pemerintah di Provinsi NTT ikut bergerak. Wakil Gubernur NTT pun hadir di Alor di luar jadwal kunjungan yang telah direncanakan sebelumnya. Ini tentu bukan sesuatu yang sederhana.

Para pemimpin daerah di Alor, para tokoh masyarakat, maupun orang-orang Alor yang telah lama berada di berbagai tempat di Indonesia tentu memiliki kapasitas dan jaringan masing-masing. Namun, peristiwa ini memberikan sebuah pelajaran penting.

Advertising
ads
Advertising

Kadang-kadang bukan siapa yang paling tinggi jabatannya yang paling cepat didengar, tetapi siapa yang mampu menyampaikan suara rakyat dengan ketulusan dan cara yang tepat.

Baca Juga :   Tanggapan atas Opini “Gonjang Ganjing Perubahan APBD Ende Tahun Anggaran 2025”

Dede datang bukan sebagai pejabat.
Ia bukan anggota DPR. Ia bukan kepala daerah. Ia bahkan baru seorang mahasiswa semester pertama.

Tetapi justru dari posisi itulah muncul sesuatu yang menarik. Ia berbicara tanpa membawa kepentingan jabatan. Ia menyampaikan permohonan dengan bahasa yang santun. Ia memahami siapa yang sedang diajak berbicara. Dan yang paling penting, ia mampu menunjukkan bahwa apa yang disampaikannya berasal dari kepedulian terhadap masyarakat. Air mata yang keluar ketika menyampaikan aspirasi bukan sekadar air mata.