Scroll untuk baca artikel
ads

Ekologi Kristen di Flores, Dari Iman ke Aksi Nyata Berstandar ISO 14001:2026

×

Ekologi Kristen di Flores, Dari Iman ke Aksi Nyata Berstandar ISO 14001:2026

Sebarkan artikel ini
Reporter: Tommy Mbenu Nulangi |  Editor: Redaksi
IMG 20260205 WA0002
Dr. Ir. Karolus Karni Lando, MBA Lead Auditor ISO 14001: 2026.

7. Mendukung Pembangunan Berkelanjutan

Pembangunan yang sejati bukan hanya menghasilkan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menjaga keseimbangan antara manusia, budaya, dan lingkungan.

Advertising
ads
Advertising

Gereja dapat mengutamakan penggunaan produk lokal Flores, mendukung UMKM ramah lingkungan, mengurangi pemborosan makanan, dan membangun gedung gereja yang hemat energi.

Masyarakat dapat mengembangkan pertanian organik, wisata alam berkelanjutan, melestarikan tenun ikat Flores, menanam tanaman pangan lokal, serta menjaga sumber air desa.

Semua ini sejalan dengan ISO 14001 Clause 4.1, yang mengharuskan organisasi memahami isu-isu lingkungan lokal, seperti perubahan iklim, kekeringan, kebakaran hutan, abrasi pantai, dan penurunan hasil pertanian sebagai dasar penyusunan Sistem Manajemen Lingkungan.

Program Tahunan Ekologi Gereja di Flores

Baca Juga :   Flores Bukan Wilayah Darurat Militer, Padma Indonesia; Negara Wajib Hadir Lindungi HAM Warganya!

Agar gerakan ini berjalan secara konsisten, setiap paroki dapat menyusun kalender kegiatan tahunan yang mencakup: Bersih Gereja dan Kampung (Januari), Gerakan Tanam 1.000 Pohon (Februari), Puasa Plastik selama Prapaskah (Maret), Bersih Sungai (April), Bulan Maria Hijau (Mei), Bersih Pantai Flores (Juni), Edukasi Lingkungan bagi Anak-anak (Juli), Penghijauan Kampung (Agustus), Bulan Ciptaan (Season of Creation) pada September, Festival Pertanian Organik (Oktober), Audit Lingkungan Paroki (November), dan Evaluasi Program Ekologi Gereja (Desember).