Scroll untuk baca artikel
ads

Menepi untuk Melompat: Retret Kepemimpinan sebagai Arah Baru Birokrasi NTT

×

Menepi untuk Melompat: Retret Kepemimpinan sebagai Arah Baru Birokrasi NTT

Sebarkan artikel ini
Reporter: Tommy M. Nulangi |  Editor: Redaksi
IMG 20251009 113355
Gergorius Babo, Asesor SDM Aparatur Ahli Muda BKD Provinsi NTT.

Lebih jauh, Yukl (2008) menekankan bahwa kepemimpinan efektif tidak hanya bertumpu pada individu, tetapi juga pada sistem pembelajaran organisasi yang berkelanjutan. Pemimpin yang mampu menciptakan lingkungan kolaboratif, memotivasi pegawai, dan menjaga komunikasi lintas unit, sesungguhnya tengah menekan biaya yang biasanya terbuang akibat konflik internal atau kebijakan yang tidak sinkron. Dalam konteks retret NTT, pandangan Yukl ini relevan. Retret memastikan agar birokrasi tidak terjebak pada duplikasi program atau tarik-menarik kepentingan, tetapi justru bergerak dengan arah yang jelas dan selaras dengan kebutuhan masyarakat.

Pengalaman korporasi multinasional juga menguatkan argumen ini. Studi menunjukkan bahwa retret yang dirancang baik dapat meningkatkan produktivitas tim hingga 20 persen, menekan konflik internal, dan mempercepat pencapaian target strategis. Jika logika ini dibawa ke ranah birokrasi publik, maka pejabat yang lebih visioner dan sinergis akan mampu merancang program pelayanan publik yang lebih tepat sasaran, akuntabel, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Baca Juga :   Memahami Perbedaan Pilihan Politik dalam Keluarga pada Pilkada