Scroll untuk baca artikel
ads

Negara Tak Boleh Abai Orang Kecil; NTT Darurat Kemiskinan, Pendidikan, dan Iman

×

Negara Tak Boleh Abai Orang Kecil; NTT Darurat Kemiskinan, Pendidikan, dan Iman

Sebarkan artikel ini
Reporter: Tommy M. Nulangi |  Editor: Redaksi
IMG 20260205 WA0002
Dr. Ir. Karolus Karni Lando, MBA.

Di sinilah peran guru menjadi sangat mulia dan strategis. Guru di NTT tidak hanya bertugas mengajar membaca dan berhitung, tetapi juga menjadi orang dewasa yang menghadirkan harapan. Guru adalah figur yang paling dekat dengan anak setiap hari. Ketika keluarga miskin tidak mampu memberi dukungan, kata-kata seorang guru bisa menyelamatkan masa depan, bahkan nyawa seorang anak.

Pendidikan anak harus menjadi prioritas nomor satu negara, daerah, gereja, dan masyarakat. Tidak boleh lagi ada anak yang merasa sendirian menghadapi kemiskinan. Tidak boleh lagi ada anak yang mengakhiri hidup karena buku sekolah. Jika itu terjadi, maka kita semua pemerintah, wakil rakyat, pemuka agama, dan pendidik gagal secara kolektif.

Advertising
ads
Advertising

Negara harus hadir bukan hanya dalam pidato, gereja tidak cukup hadir dalam liturgi, dan sekolah tidak cukup hadir dalam kurikulum. Semua harus hadir di hati anak-anak yang paling lemah.

Baca Juga :   Ansy-Jane Siap Tarung di Debat Perdana Pilgub NTT

Jika NTT ingin keluar dari lingkaran kemiskinan dan keterbelakangan pendidikan, maka perlindungan terhadap anak-anak miskin secara ekonomi, pendidikan, dan iman harus menjadi agenda utama bersama. Tanpa itu, kita hanya akan terus berduka dari satu tragedi ke tragedi berikutnya.