Anak adalah benih masa depan; bila benih dibiarkan kering, jangan salahkan tanah bila panen tak pernah datang,” Dr. Ir. Karolus Karni Lando, MBA.
OPINI, RAKYATFLORES.COM-Peristiwa tragis meninggalnya seorang siswa SD di Kabupaten Ngada karena ketidakmampuan membeli buku sekolah adalah jeritan sunyi dari wilayah yang selama ini dikenal sebagai salah satu provinsi termiskin di Indonesia. Nusa Tenggara Timur secara konsisten berada di peringkat terbawah nasional dalam tingkat kemiskinan dan kualitas pendidikan, dan tragedi ini menunjukkan bahwa kemiskinan di NTT bukan sekadar statistik, tetapi realitas yang merenggut nyawa anak-anak.
Ketika sebuah provinsi berada di urutan atas kemiskinan nasional dan di urutan bawah dalam capaian pendidikan, maka setiap kebijakan yang tidak berpihak kepada orang kecil adalah bentuk pengabaian struktural. Data kemiskinan dan pendidikan di NTT seharusnya menjadi alarm keras bagi pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintah kabupaten/kota bahwa kondisi ini sudah berada dalam status darurat kemanusiaan, bukan sekadar masalah administratif.











