Scroll untuk baca artikel
ads

Rendahnya HDI NTT, Alarm Pembangunan Manusia yang Tak Boleh Diabaikan

×

Rendahnya HDI NTT, Alarm Pembangunan Manusia yang Tak Boleh Diabaikan

Sebarkan artikel ini
Reporter: Tommy M. Nulangi |  Editor: Redaksi
IMG 20250918 WA0015
Dr. Ir. Karolus Karni Lando, MBA

Kesehatan menjadi persoalan serius lain. Angka stunting di NTT masih termasuk tertinggi di Indonesia. Layanan kesehatan sulit diakses masyarakat di wilayah terpencil, sementara tenaga medis, rumah sakit, maupun puskesmas belum memadai. Ditambah masalah klasik: gizi buruk, sanitasi tidak layak, dan keterbatasan air bersih.

Dari sisi ekonomi, mayoritas warga NTT masih bergantung pada pertanian subsisten yang berproduktivitas rendah. Infrastruktur dasar seperti jalan, listrik, air bersih, dan internet belum merata. Potensi besar di sektor pariwisata dan industri belum tergarap optimal. Kondisi geografis kepulauan membuat distribusi layanan publik mahal dan tidak merata.

Advertising
ads
Advertising

Untuk mengejar ketertinggalan, langkah strategis mutlak diperlukan. Pendidikan perlu diperkuat dengan beasiswa, pemerataan distribusi guru, sekolah satelit, hingga pembelajaran digital. Universitas lokal mesti ditopang kerja sama nasional dan internasional. Di sektor kesehatan, penurunan stunting harus dijalankan secara terpadu, dengan dukungan posyandu, puskesmas keliling, telemedicine, serta penyediaan air bersih dan sanitasi.

Baca Juga :   Merdeka dalam Tanda Tanya; Refleksi Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-79