Setelah pemetaan, PT SGI mendorong pembentukan kelembagaan melalui pembentukan kelompok tani wanita yang kemudian diberi nama Fonga Sama, yang berarti memiliki kemauan untuk maju bersama.
Dalam proses pendampingan, PT SGI menerapkan metode learning by doing, di mana seluruh anggota kelompok dilibatkan langsung mulai dari pengolahan bahan baku hingga proses produksi.
“Kami tidak hanya memberikan teori, tetapi langsung praktik. Mulai dari pengambilan bahan, pengolahan, penentuan takaran hingga menjadi produk siap jual,” jelas Ngalim.
Dalam praktek, jelas Ngalim, anggota kelompok kemudian dibagi dalam beberapa tim kerja, seperti tim pengolahan bumbu, pencampuran adonan, penggorengan, hingga pencetakan produk. Hasil produksi awal dinilai cukup memuaskan, baik dari segi rasa maupun kualitas, tanpa menggunakan bahan pengawet.
Sebagai informasi, produk Qtajepa yang mengusung slogan “Renyah Sampai ke Hati” sendiri memanfaatkan bahan yang mudah didapatkan di Desa Sokoria seperti labu jipang, kemiri, daun jeruk, tepung terigu, tepung tapioka, bawang putih, dan garam.













