Setelah melalui tahap produksi, PT SGI turut membantu dalam desain kemasan dan pemasaran awal secara terbatas. Respons pasar yang positif mendorong pengurusan legalitas produk, mulai dari Nomor Induk Berusaha (NIB), PIRT, sertifikasi halal, hingga pendaftaran barcode.
“Produk ini sudah siap dipasarkan tidak hanya di tingkat lokal, tetapi juga berpeluang masuk pasar nasional hingga internasional,” tambahnya.
Saat ini, pemasaran masih difokuskan di wilayah Kabupaten Ende. Namun, strategi pengembangan terus didorong melalui pemanfaatan jejaring personal, marketplace, serta media sosial.
Sementara itu, Kepala Desa Sokoria, Petrus Rae, menyampaikan apresiasi atas kontribusi PT SGI dalam pemberdayaan masyarakat, khususnya kaum perempuan.
“Selama ini labu jipang hanya untuk pakan ternak, tetapi kini bisa menjadi produk bernilai ekonomi tinggi,” ujarnya.
Ia berharap dukungan dari PT SGI dapat terus berlanjut demi pengembangan kelompok yang sudah terbentuk.
Ketua KWT Fonga Sama, Frodensia Mbeo, juga mengungkapkan rasa terima kasih atas pendampingan yang telah diberikan.













